Mengenai kehidupan, kehidupan saya tiap
harinya tidaklah jauh jauh dengan musik. setiap kali waktu untuk
mencurahkan rasa kegelisahan , masalah duniawi, dan berbagai kriteria
kehidupan. Musik menurut saya merupakan
suatu upaya dalam kehidupan yang sangat membantu atau belajar untuk
mendalami apa yang diartikan dengan seni, seni yang bisa berkembang,
mnolong dan bahkan menjadikan jati diri seseorang.
Ngomong
mengenai musik khususnya di daerah aku tepatnya di daerah ke jawen
banyak sekali erdapat tradisi tradisi yang beragam ragam menganai jenis
jenis alat musik, musiknya, bahkan karakteristiknya. jenis musik dalam
daerah saya seperti ada yang
Dunia berkembang.... sekarang musik lebih dikenal dengan digital musik. digital musik merupakan pada
dasarnya adalah berupa harmonisasi bunyi yang dibuat melalui perekaman
dari alat-alat musik analog (konvensional) atau alat-alat musik
digital(yang dibuat dengan bantuan komputer) yang disimpan dan diproses
dengan media berbasis tehnologi komputer. Format digital ini dapat
menyimpan data dalam jumlah besar, jangka panjang dan berjaringan luas.
Musik Digital ini sendiri mengalami perkembangan dari masa ke masa yang
dimulai dengan piringan hitam sampai kepada CD ataupun MP3 file. Saat
ini Musik Digital itu sendiri telah berkembang sedemikian rupa sampai
kepada hanya berupa suatu file (musik) yang dapat diperdengarkan dalam
format MIDI ataupun menggunakan IPod.
Inovasi
baru di bidang musik adalah Musik Digital, dengan format MP3, OOG, atau
WAV Musik Digital mulai mengeluarkan gaungnya. Banyaknya pemutar Musik
Digital yang mendukung format ini membuat era baru Musik Digital.
Misalnya kalau sebelumnya, musik di-ripped- istilah untuk ekstraksi
audio digital – dan terperangkap di PC dan Mac dengan aplikasi semacam
iTunes. Kini dengan hadirnya iPod sebagai peranti musik portable canggih
yang pernah diciptakan, terjadi perpaduan kenyamanan web dengan
portabilitas dan fungsi sebagai sebuah platform yang benar-benar
universal. Hal lain yang mendukung transformasi media sang Musik Digital
adalah tindakan label-label besar yang meninggalkan sistem proteksi
Musik Digital atau digital right management (DRM). Sampai tahun 2007
lalu, label-label besar masih tidak yakin penghapusan DRM akan
mendongkrak penjualan album karena tanpa hal tersebut Musik Digital
dengan bebas didisribusikan di antara konsumen yang berarti tak ada
pemasukan untuk label.
ELEMEN PENDUKUNG
Ada
beberapa situs yang menyediakan lagu yang dapat diunduh secara langsung
(gratis) atau berbayar. Lagu yang ditawarkan berformat digital.
Misalnya situs www.napster.com yang cukup digandrungi kala itu namun
harus berakhir karena dianggap melanggar hak cipta. Ada pula Insound,
Rhapsody, dan Apple iTunes Music Store, Lala.com, mdu04522.com dan lain
sebagainya. Selain itu di Indonesia kini ada pula Toko Musik Digital
secara online misalnya equionxdmd dan Import hingga Digital Beat Store.
KEUNGGULAN
Musik dalam format digital ini memiliki beberapa keunggulan dibanding musik dalam medium konvensional, yaitu :
format yang beragam dapat disesuaikan dengan teknologi yang digunakan
kualitas copy yang serupa dengan master memudahkan penggandaan dari pihak perusahaan rekaman tanpa menurunkan mutu
proses
penjualan dengan pendekatan single atau satu lagu terbukti jauh lebih
efektif dan efisien ketimbang medium konvensional seperti kaset atau CD
KEKURANGAN
Dengan segala kelebihannya, Musik Digital memiliki beberapa kekurangan juga yaitu :
kemudahan perekaman dan penggandaan rekaman memacu terjadinya pembajakan yang tentu saja akan merugikan.
penyebaran Musik Digital di Internet tidak bisa sepenuhnya dikontrol oleh label sehingga mempengaruhi pemasukan untuk label.
Sejarah singkat perkembangan Musik Digital adalah sebagai berikut :
Piringan Hitam diputar dengan Gramophone
Awalnya,
piringan hitam merupakan sebuah alat yang memiliki pena yang bergetar
untuk menghasilkan bunyi dari sebuah disc. Ide ini berasal dari Charles
Cros dari Perancis pada tahum 1887. Namun sayangnya tidak pernah
terwujud. Pada tahun yang sama, Thomas A. Edison menemukan Phonograph
(pemutar piringan hitam) yang berfungsi untuk merekam suara yang
kebanyakan digunakan untuk keperluan kantor. Nama Gramophone berasal
dari Emilie Berliner yang pada tahun 1888 menemukan piringan hitam jenis
baru dan mematenkannya di bawah label Berliner Gramaphone. Pada tahun
1918 masa pematenan berakhir, semua label pun berlomba-lomba untuk
memproduksi piringan hitam. Pada masa itu, kebanyakan pemilik gramophone
masih terbatas pada kalangan menengah atas saja.
Kaset diputar dengan tape, walkman
Compact
audio cassette diperkenalkan oleh Philips sebagai media penyimpanan
audio di Eropa pada tahun 1963. Kemudian pada tahun 1965 mulai
diproduksi secara massal. Pada tahun 1971, Advent Corporation
memperkenalkan Model 201 tape deck yang mengkombinasikan Dolby Type B
dan chromium dioxide (Cr02). Inilah cikal bakal music cassette player.
Tahun 1980an muncul Walkman dari Sony sebagai media pemutar kaset
portable. Pita kaset dapat merekam lagu dengan durasi hingga 1 jam di
setiap sisinya. Kualitasnya cukup baik namun kerap kali terjadi
penurunan kualitas suara yang dihasilkan ketika pita kaset mengalami
gangguan, kotor atau rusak.
CD, VCD, DVD diputar dengan CD player, discman.
CD dibuat dalam usaha merampingkan media penyimpanan musik dengan memperbaiki kualitas suara yang dihasilkan. Pada November 1984, dua tahun setelah CD diproduksi secara massal, Sony mengeluarkan Discman sebagai media pemutar portable. Musik dalam format CD, VCD maupun DVD memiliki kualitas suara yang lebih baik tetapi tetap mengalami gangguan jika disc tersebut tergores, berdebu ataupun rusak.
CD dibuat dalam usaha merampingkan media penyimpanan musik dengan memperbaiki kualitas suara yang dihasilkan. Pada November 1984, dua tahun setelah CD diproduksi secara massal, Sony mengeluarkan Discman sebagai media pemutar portable. Musik dalam format CD, VCD maupun DVD memiliki kualitas suara yang lebih baik tetapi tetap mengalami gangguan jika disc tersebut tergores, berdebu ataupun rusak.
Musik Digital diputar dengan MP3 Player, iPod. Musik Digital
menggunakan sinyal digital dalam proses reproduksi suaranya. Sebagai
proses digitalisasi terhadap format rekaman musik analog, lagu atau
musik digital mempunyai beraneka ragam format yang bergantung pada
teknologi yang digunakan, yaitu :
MP3
MP3
(MPEG, Audio Layer 3) menjadi format paling populer dalam musik
digital. Hal ini dikarenakan ukuran filenya yang kecil dengan kualitas
yang tidak kalah dengan CD audio. Format ini dikembangkan dan dipatenkan
oleh Fraunhofer Institute. Dengan bitrate 128 kbps, file MP3 sudah
berkualitas baik. Namun MP3 Pro-format penerus MP3-menawarkan kualitas
yang sama dengan bitrate setengah dari MP3. MP3 Pro kompatibel dengan
MP3. Pemutar MP3 dapat memainkan file MP3 Pro-namun kualitas suaranya
tidak sebagus peranti yang mendukung MP3 Pro.
WAV
WAV
merupakan standar suara de-facto di Windows. Awalnya hasil ripping dari
CD direkam dalam format ini sebelum dikonversi ke format lain. Namun
sekarang tahap ini sering dilewati karena file dalam format ini biasanya
tidak dikompresi dan karenanya berukuran besar.
AAC
AAC
adalah singkatan dari Advanced Audio Coding. Format ini merupakan
bagian standar Motion Picture Experts Group (MPEG), sejak standar MPEG-2
diberlakukan pada tahun 1997. Sample rate yang ditawarkan sampai 96
KHz-dua kali MP3. Format ini digunakan Apple pada toko musik online-nya,
iTunes. Kualitas musik dalam format ini cukup baik bahkan pada bitrate
rendah. iPod, pemutar musik digital portabel dari Apple, adalah peranti
terkemuka yang mendukung format ini.
WMA
Format
yang ditawarkan Microsoft, Windows Media Audio (WMA) ini disukai para
vendor musik online karena dukungannya terhadap Digital Rights
Management (DRM). DRM adalah fitur untuk mencegah pembajakan musik, hal
yang sangat ditakuti oleh studio musik saat ini. Kelebihan WMA lainnya
adalah kualitas musik yang lebih baik daripada MP3 maupun AAC. Format
ini cukup populer dan didukung oleh peranti lunak dan peranti keras
terbaru pada umumnya.
Ogg Vorbis
Ogg
Vorbis merupakan satu-satunya format file yang terbuka dan gratis.
Format lain yang disebutkan di atas umumnya dipatenkan dan pengembang
peranti lunak atau pembuat peranti keras harus membayar lisensi untuk
produk yang dapat memainkan file dengan format terkait.
Dari
segi kualitas, kelebihan Ogg Vorbis adalah kualitas yang tinggi pada
bitrate rendah dibandingkan format lain. Peranti lunak populer, Winamp
dan pelopor pemutar MP3 portabel Rio sudah mendukung format ini dalam
model terbarunya. Walaupun demikian dukungan peranti keras terhadap
format ini masih jarang.
Real Audio
Salah
satu format yang biasa ditemukan pada bitrate rendah. Format dari
RealNetworks ini umumnya digunakan dalam layanan streaming audio. Pada
bitrate 128 kbps ke atas RealAudio menggunakan standar AAC MPEG-4.
MIDI
Format
audio satu ini (yang biasanya berextention xxxx.mid) lebih cocok untuk
suara yang dihasilkan oleh synthesizer atau peranti elektronik lainnya,
tetapi (biasanya) tidak cocok untuk hasil konversi dari suara analog
karena tidak terlalu akurat (kecuali digunakan proses tambahan). File
dengan format ini berukuran kecil dan sering digunakan dalam ponsel
sebagai ringtone.
akan tetapi denagn hal itu semua saya
berharap musik tradisional bisa menemmbus manca negara. cukup sekian
dari tulisan saya kali ini saya mohoin maaf juga atas blog blog saya
yang lain yang sudah di nonaktifkan karena tahun pembaharuan bag saya...
terimakasih. wasalamualaikum wr.wb
Tidak ada komentar:
Posting Komentar